Disable Preloader

RESPON BEM POLINAS TERHADAP INDONESIA YANG SEDANG DARURAT KORUPSI REFORMASI

Polinas.ac.id,Makassar- Melihat kondisi bangsa yang sedang darurat, bangsa yang sedang tidak baik-baik saja dan pemerintah yang semakin meningkatkan resistensi rakyat, BEM Polinas melakukan aksi 1.000 (seribu) lilin. Aksi ini dilakukan karena pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat. Kebijakan itu, antara lain adalah RUU KUHP, RUU KPK serta maraknya kerusuhan, diskiriminasi, kebakaran, aksi refresif dari aparat serta meninggalnya 2 mahasiswa pejuang Demokrasi asal Kendari. Aksi ini berlangsung pada 1 Oktober 2019 di Depan Kampus Polinas menuju ke ujung Jl AP Pettarani, mulai pukul 20.00-22.00 wita.

Aksi 1000 lilin ini diinisiasi dan dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Polinas Lp3i Makassar,Awal. Awal mengatakan bahwa semakin maraknya kerusuhan, diskriminasi, kebakaran, kebijakan-kebijakan diambil yang notabenenya dapat mencekik masyarakat. “Aksi kita ini juga menjadi aksi memperingati telah gugurnya pejuang demokrasi di Kendari, Sultra, Muh Yusuf Kardawi, dan Immawan Randi, dan teman-teman seperjuangan yang mengalami kecelakaan disaat aksi unjuk rasa,” tuturnya. Awal berharap dengan mencuatnya gerakan mahasiswa semoga pemangku kekuasan responsif.

Sumber/Editor: humas/Azwar

Share:
Comments